Dari Syaikh al-`Allamah `Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullahu ta’ala,
ditujukan kepada setiap muslim yang membaca surat ini, semoga Allah menjaga
mereka dengan agama Islam dan menjaga kita serta mereka dari jahatnya kedustaan
orang-orang jahil lagi bodoh.

Assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya telah membaca edaran yang dinisbatkan kepada Syaik Ahmad seorang pelayan
Masjid Nabawi, Madinah, dengan judul: “Ini adalah Wasiat dari Madinah Munawwarah
dari Syaikh Ahmad, Seorang Pelayan Masjid Nabawi”. (more…)

Ada beberapa perkara yang dianggap oleh sebagian orang bahwa ia adalah najis. Eh, ternyata bukan najis sehingga ada diantara mereka yang menyangka kalau mani atau muntah itu adalah najis. Lebih parah lagi, jika menyangka ludah atau keringat seseorang itu adalah najis. (more…)

Sebagian ulama salaf berkata: “Barangsiapa ingin disempurnakan nilai
amalnya maka hendaklah dia memperbaiki niatnya. Karena Allah Subhanahu
wa Ta’ala akan mengganjar seorang hamba bila niatnya baik, sampai pun
permasalahan suapan nasi.”

Dari Bistham bin Muslim, katanya: “Adalah Muhammad bin Sirin jika
berjalan dengan seseorang, ia berdiri dan berkata, ‘Apakah kamu punya
keperluan?’. Jika orang yang berjalan bersamanya mempunyai keperluan,
maka ia tunaikan. Dan jika kembali berjalan bersamanya, ia bertanya
lagi, ’Apakah kamu mempunyai keperluan?.” (Shifatush Shafwah 3/243)

Dari Al-Hasan, salah seorang murid Ibnul Mubarak, katanya: “Pada suatu
hari aku bepergian bersama Ibnul Mubarak. Lalu kami mendatangi tempat
air minum di mana manusia berkerumun untuk mengambil airnya. Ibnul
Mubarak mendekat untuk minum. Tidak ada seorangpun yang mengenalnya
sehingga mereka mendesak dan menyingkirkannya. Ketika telah keluar,
berkatalah ia kepadaku, ‘Inilah kehidupan, yaitu kita tidak dikenal
dan tidak dihormati. ’ Ketika di Kufah, kitab manasik dibacakan
kepadanya, hingga sampai pada hadits dan terdapat ucapan Abdullah bin
Al-Mubarak (Ibnul Mubarak, red) dan kami mengambilnya. Ia berkata,
‘Siapa yang menulis ucapanku ini?’ Aku katakan, ‘Penulis.’ Maka ia
mengerik tulisan itu dengan jari tangannya hingga terhapus, kemudian
berkata, ’Siapakah aku hingga ditulis ucapannya?’.” (Shifatush
Shafwah, 5/135)

Dari seseorang, katanya: “Aku melihat wajah al-Imam Ahmad sangat muram
setelah dipuji seseorang (dengan ucapan) ‘Jazakallahu khairan (semoga
Allah membalas Anda dengan kebaikan) atas perjuangan Islam Anda. al-
Imam Ahmad berkata, ‘Bahkan Alloh telah memberi kebaikan Islam
kepadaku. Siapakah aku ini?’.” (Siyar A’lamin Nubala, 11/225)

Dikutip dari kitab: Aina Nahnu min Akhlaaqis Salaf, hal. 23-24
Majalah Asy-Syariah Vol. I/No. 06/Maret 2004/Muharram 1425 H, halaman
1, pada rubrik “Permata Salaf”

1) Salah satu kisah panjang al-Qur’an Karim adalah kisah nabi Musa as dan Fir’aun. Para ahli ta’bir (takwil) mimpi dan ahli nujum berkata kepada Fir’aun: Akan segera lahir seorang putera yang akan menghancurkan kerajaan dan kekuasaanmu. Dengan berita menakutkan ini, Fir’aun kemudian bertindak supaya nabi Musa as tidak menapakkan kaki ke muka dunia. Akan tetapi dengan kehendak Ilahi dan meskipun keinginan Fir’aun lain, nabi Musa as membuka matanya ke dunia ini dan dengan mukjizat Ilahi beliau as tumbuh dan besar di sekitar Fir’aun dan ketika beliau as mulai menjadi pemuda kekar Allah swt menganugerahkan ilmu dan hikmah.

Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israel) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Firaun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu.

Pada saat itu nabi Musa as berubah dan mengangkat tangan berdoa seraya berkata:

رَبِّ إِنّى‏ ظَلَمْتُ نَفْسى‏ فَاغْفِرْ لى

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku.”[1]

Maka Allah swt pun mengampuni beliau as.

Nabi Musa as tetapi juga berdoa dan mengatakan:

رَبِّ بِما أَنْعَمْتَ عَلَيَّ فَلَنْ أَكونَ ظَهيراً لِلْمُجْرِمينَ

“Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.”[2]

Mak keesokan harinya nabi Musa as di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Di lain pihak ia menghadap kepada nabi Musa as dan mengatakan: Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian!

Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah dari kota ini!

Maka keluarlah nabi Musa as dari kota itu dengan berhati-hati dan waspada dan beliau as berdoa demikian:

رَبِّ نَجِّنى‏ مِنَ القَوْمِ الظَّالِمينَ

“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang lalim itu.”[3]

Dan setelah itu tatkala nabi Musa as menghadap ke jurusan negeri Madyan, kota nabi Syu’aib as, beliau as berjalan menuju ke sana dan berdoa lagi:

عَسى‏ رَبّى‏ أَنْ يَهْدِيَنى‏ سَواءَ السَّبيلِ

“Mudah-mudahan Tuhanku memberikan hidayat kepadaku ke jalan yang benar”.[4]

2) Nabi Musa as sampai ke negeri Madyan. Beliau as menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan ternaknya, dan beliau as menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat ternaknya dan dalam penantian. Nabi Musa as mendekat kepada mereka dan bertanya: Kenapa kalian berdiri di sini? Kedua wanita itu menjawab: Kami tidak dapat meminumkan ternak kami, sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan ternaknya.

Maka nabi Musa as karena tugas Ilahi dan semacam persahabatan menuju ke sumur, menimba air dan memberi minum ternak itu. Mereka berdua lalu pergi dan lebih cepat sampai di rumah dari hari-hari biasa.

Nabi Musa as yang merasa asing di negeri Madyan dan tidak dapat pergi ke mana-mana menuju ke bawah pohon yang rindang untuk berteduh untuk menghilangkan rasa lelah dan karena tidak membawa bekal dan makanan beliau as mengangkat tangan berdoa kepada Allah swt:

رَبِّ إِنّى‏ لِما أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقيرٌ

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”[5]

Doa nabi Musa as terkabulkan. Puteri-puteri nabi Syu’aib yang pulang ke rumah lebih cepat dari hari-hari biasanya menceritakan kepada sang ayah kejadian seorang pemuda tak dikenal yang menolong mereka.

Nabi Syu’aib mengirim salah seorang di antara mereka berdua untuk mencari dan membawa nabi Musa as ke hadapan beliau. Nabi Musa as datang ke rumah nabi Syu’aib. Mereka menyambut dan menjamu beliau as dan karena mereka melihat kemampuan, kejujuran dan amanat beliau as mereka menerimanya dengan hangat. Maka nabi Musa as menjadi menantu nabi Syu’aib, beristeri dan hidup berkeluarga.

Walaupun di dalam riwayat-riwayat disebutkan bahwa nabi Musa as ketika berdoa pada waktu itu membutuhkan sepotong roti, akan tetapi doa ini tidak khusus untuk mengharapkan roti dan makanan, namun untuk seluruh kebutuhan. Dalilnya adalah setelah doa ini nabi Musa as memiliki segala sesuatu.

3) Nabi Musa as selama beberapa waktu tinggal di negeri Madyan sesuai dengan perjanjian dengan nabi Syu’aib dan setelah itu nabi Musa as dengan membawa keluarga, gembalaan dan harta bendanya menuju ke negeri Mesir hingga sampai di Thur Sina. Di sana memancarlah seberkas cahaya dari kejauhan. Beliau as menuju ke arahnya untuk mengambilnya sebagai penghangat keluarga. Cahaya itu adalah manifestasi Allah swt yang menjelma dalam pohon. Di sanalah terjadi kejadian terbesar dalam kehidupan nabi Musa as yaitu risalah beliau as. Nabi Musa as diangkat menjadi nabi dan dianugerahkan pula kepadanya mukjizat sebagai bukti kebenaran klaim beliau as.

Permulaan tugas dan risalah beliau as dideklarasikan untuk pergi ke istana Fir’aun, memberikan peringatan dan mengajaknya menuju kepada Allah swt.

Pada saat itu ketika nabi Musa as mendapati tugas sebagai sebuah hal yang berat menghadap kepada Allah swt dan berdoa:

رَبِّ اشْرَحْ لِى‏ صَدْرِى‏ * وَيَسِّرْ لِى‏ أَمْرِى * وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسانِى * يَفْقَهُوا قَوْلِى * وَاجْعَلْ لِى‏ وَزِيراً مِنْ أَهْلِى * هرُونَ أَخِى * اُشْدُدْ بِهِ أَزْرِى * وَأَشْرِكْهُ فِى‏ أَمْرِى * كَىْ نُسَبِّحَكَ كَثِيراً  *وَنَذكُرَكَ كَثِيراً  * إِنَّكَ كُنْتَ بِنا بَصِيراً

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami.”[6]

Allah swt memberikan jawaban: “Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa.”[7]

Setelah itu Allah swt mengajarkan metode menghadapi Fir’aun kepada nabi Musa dan nabi Harun sebagai berikut: “Pergilah kalian berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kalian berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”[8]

Nabi Musa dan nabi Harun as mengatakan:

رَبَّنا إِنَّنا نَخافُ أَنْ يَفْرُطَ عَلَيْنا اَوْ أَنْ يَطْغى

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.”[9]

Allah swt memberikan jawaban: “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.”[10]


[1] QS. Al-Qashash [28]: 16.

[2] QS. Al-Qashash [28]: 17.

[3] QS. Al-Qashash [28]: 21.

[4] QS. Al-Qashash [28]: 22.

[5] QS. Al-Qashash [28]: 24.

[6] QS. Thaha [20]: 25 – 35.

[7] QS. Thaha [20]: 36.

[8] QS. Thaha [20]: 43 – 44.

[9] QS. Thaha [20]: 45.

[10] QS. Thaha [20]: 46.

sumber :

http://quran.al-shia.org/id/dua-quran/16.htm

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Aku berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari. Beliau berkata kepadaku, “Wahai anak, sesungguhnya aku akan ajari engkau beberapa kalimat: (more…)

USFP Sydney Academic Scholarship

The University of Sydney bekerjasama dengan Taylors College telah membuka pendaftaran untuk memperoleh USFP Sydney Academic Scholarship bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk memperoleh hak pendidikan melalui program beasiswa penuh di Sydney, Australia, yang akan dimulai pada tahun ajaran 2010.

Bagi para peserta yang berminat dapat mengirimkan surat pertanyaan langsung kepada:
Taylors College
399 Lounsdale Street
Melbourne 3000
Australia

http://scholarships101.blogspot.com

ERASMUS MUNDUS SCHOLARSHIPS

The Erasmus Mundus scholarship programme, funded by the European Commission (EC), has awarded over 7000 scholarships for students and scholars from all over the world since 2004.

Through this scholarship programme, 204 Indonesians have studied Masters Courses and 16 Indonesian Scholars carried out teaching and research in universities across the European Union (EU).

The scholarship for the Erasmus Mundus Master Course (EMMC) is now open for application for academic year 2010. The scholarships are offered to:
Graduate students to undertake EMMC in at least two or more universities in two or more EU countries.
Scholars/ Academicians/ Researchers to conduct teaching and research periods of three months at two or more universities in two or more EU countries.

The Erasmus Mundus scholarship is a full scholarship programme – covering tuition fees, living costs and return airfares.

General information on application procedures can be obtained from: http://www.delidn. ec.europa. eu/en/special/ erasmusmundus. htm
or a blog maintained by Erasmus Mundus Alumni in Indonesia:
http://emundus. wordpress. com

Individuals interested in an Erasmus Mundus scholarship must apply directly to the selected Erasmus Mundus Master Courses which are available at:
http://eacea. ec.europa. eu/erasmus_ mundus/results_ compendia/ selected_ projects_ action_1_ master_courses_ en.php

The EC also provides fellowships for Doctoral candidates for an Erasmus Mundus Joint Doctorate (EMJD) degree. These doctoral-level training and research programmes will offer fellowships covering up to three years of doctoral activities. The available EMJD and further information can be obtained from:
http://eacea. ec.europa. eu/erasmus_ mundus/results_ compendia/ selected_ projects_ action_1_ joint_doctorates _en.php

____________ _____

The European Union comprises 27 Member States i.e. Belgium, Bulgaria, Czech Republic, Denmark, Germany, Estonia, Greece, Spain, France, Ireland, Italy, Cyprus, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Hungary, Malta, the Netherlands, Austria, Poland, Portugal, Romania, Slovenia, Slovakia, Finland, Sweden and the United Kingdom. The European Commission is the executive arm of the European Union.

mari bareng saya daftar S3 dibrunei

University Brunei Darussalam PhD Scholarships 2009/2010 for Academic Outstanding International Scholars . Batas Akhir pendaftaran tidak lewat dari tanggal 28 November 2009. Formulir Pendaftaran dan Informasi lengkap dapat di

download UBD Application Form for Postgraduate Degree atau dibawah

http://www.ubd.edu.bn/academic/program/pgce/howtoapply.html

Dalam upaya meningkatkan kualifikasi dosen di perguruan tinggi dan memperhatikan banyaknya peminat untuk studi ke perguruan tinggi luar negeri, dengan ini kami kembali membuka pendaftaran lamaran beasiswa S2/S3 gelombang IV untuk alokasi tahun 2010.

Untuk program beasiswa gelombang IV ini diperuntukkan bagi dosen Tetap PTN, dosen DPk dan dosen tetap yayasan (PTS) di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dan diutamakan untuk program S3 (PhD).

Khusus bagi mereka yang melamar ke perguruan tinggi di Amerika Serikat, untuk alokasi tahun 2010 sudah ditutup dan kami akan membuka kembali pendaftaran tersebut untuk alokasi 2011 melalui mekanisme Beasiswa Fulbright-Dikti. Adapun persyaratan dan jadwal pengajuan lamaran Beasiswa Fulbright-Dikti ini akan kami informasikan kemudian.

Bagi yang berminat untuk mendaftar beasiswa S2/S3 Luar Negeri Ditjen Dikti Gelombang IV untuk tahun 2010 ke perguruan tinggi di luar wilayah Amerika Serikat, diberi kesempatan untuk mengirimkan berkas lamarannya ke :

Direktorat Ketenagaan, Ditjen Pendidikan Tinggi
Gedung D Lantai 5
Jl. Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan Jakarta

Berkas lamaran tersebut paling lambat kami terima tanggal 4 Desember 2009 pukul 15.00 WIB.

Adapun persyaratan-persyaratannya adalah sebagai berikut :
1. Surat Rektor dan/atau Kopertis
2. Form A Dikti;
3. Letter of Acceptance dari perguruan tinggi yang terakreditasi;
4. Foto copy ijazah S1 bagi pelamar jenjang S2 dan ijazah S2 bagi pelamar jenjang S3
5. Bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL/IELTS), Jerman, Perancis, Jepang atau bahasa lain, sesuai dengan negara tempat perguruan tinggi yang dituju (tidak lebih dari 2 tahun terakhir);
6. Surat rekomendasi (3 buah)
7. Melampirkan rencana riset

Demikian pemberitahuan kami, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.

Direktur Ketenagaan

ttd

Muchlas Samani
NIP. 130516386

Tembusan :
1. Dirjen Dikti
2. Kasubdit Pengembangan Ketenagaan

sumber :

http://ditnaga.dikti.go.id/ditnaga/opendoc.php?page=0&exp=0&id=375&date=2009-10-22%2019:53:33

Installasi
# apt-get install sun-java6-jdk

Cek
# java -version
java version “1.6.0_07?
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.6.0_07-b06)
Java HotSpot(TM) Client VM (build 10.0-b23, mixed mode, sharing)

Set Environment Java (saya melakukannya untuk user yang saya gunakan)
% vim ~/.cshrc

#tambahkan baris berikut
setenv JAVA_HOME “/usr/lib/jvm/java-6-sun-1.6.0.07?

Bagi yang menggunakan shell bash
$ vim ~/.bashrc

export JAVA_HOME=”/usr/lib/jvm/java-6-sun-1.6.0.07?

Testing
% vim coba.java

class coba {
public static void main(String[] args){
System.out.println(”Wololo habari ?”);
}
}

Compile dan coba jalankan
% javac coba.java
% java coba

Next Page »